Milana, Owner PreFleur Indonesia

Awetkan Bunga Asli Hingga Tidak Layu Sampai Tahunan

           Siapa yang tidak menyukai bunga. Keindahannya dapat memanjakan mata dan menyejukkan jiwa. Sayangnya jika sudah dipetik, bunga tidak dapat bertahan lama. Bunga yang diawetkan tentu bisa menjadi alternatif pengganti bunga segar yang hanya bertahan dalam waktu beberapa hari saja.

            Namun kini, PreFleur Indonesia memiliki cara untuk mengawetkan bunga yaitu preserved flowers (bunga asli yang diawetkan). Preserved flowers merupakan pilihan yang indah, sempurna dan tahan lama. Setiap bunga melewati proses khusus untuk menjaga kualitas dan keutuhan kelopaknya. Preserved flowers biasanya masih memiliki tekstur asli bunga. Untuk warna bunga tetap bertahan sampai tahunan. Sedangkan aroma asli bunga akan pudar dan menghilang, tetapi preserved flower memiliki pewangi khusus yang dapat bertahan sampai 3 minggu.  Setelah diawetkan, jauhkan bunga dari sinar matahari, jangan disiram air dan hindari suhu udara lembab. Preserved Flower dapat bertahan lama selama bertahun-tahun dan tidak ada perawatan khusus. Tidak hanya bunga, daun pun dapat diawetkan.

Karakteristik preserved flower menyita banyak perhatian kaum hawa. Salah satunya adalah Milana. Menariknya, ketertarikan Milana pada preserved flower menjadikan minatnya tersebut sebagai lahan bisnisnya. Lalu, bagaimana Milana bisa tertarik pada preserved flower?

           Milana tamat SMA di Amerika sebagai exchange student, dan lulus kuliah sebagai Bachelor of Science di USC dengan double major Finance dan Marketing. Minatnya pada preserved flower datang karena ketidaksengajaan.

           “Di Amerika saya sempat bekerja di Nordstorm dan belajar banyak mengenai retail.  Setelah kembali ke Indonesia, saya kemudian menikah dan bekerja dengan orang tua. Tahun 2011, saya sekeluarga pindah ke Jepang karena suami ditugaskan di Tokyo. Saya tinggal 3 tahun di Tokyo dan saya belajar seluk beluk mengenai bunga asli yang diawetkan hingga dapat bertahan hingga tahunan. Awalnya secara tidak sengaja saya melihat rangkaian bunga asli yang harganya tinggi. Saya lalu bertanya kenapa harga bunga ini lebih mahal dibanding bunga yang lain. Seorang florist menjelaskan kalau bunga itu sudah diawetkan. Sejak saat itu saya tidak pernah berhenti melakukan penelitian mengenai bunga tersebut. Saya belajar sampai mendapatkan diploma bersertifikat untuk mengajar dari EPFD Japan dan Amerika,” ungkapnya.

Maka tidak heran, ketika kembali ke Indonesia, wanita kelahiran 8 Januari ini, bertekad untuk memperkenalkan seni bunga yang diawetkan tersebut. Bahkan, Milana terus mengasah pengetahuan dan ilmunya dengan terus belajar mengenai preserved flower. Kini, misinya untuk memperkenalkan preserved flower diwujudkan melalui PreFleur Indonesia yang adalah preserved flower pertama di Indonesia. “Sebenarnya saya sudah berhasil membuat cairan pengawet bunga sendiri. Yang sekarang baru saya pakai sendiri dan untuk murid-murid saya karena produksinya masih terbatas. Mungkin di tahun mendatang bisa di produksi untuk publik,” ungkap Milana.

PreFleur Indonesia merupakan franchise dari PreFleur Japan. PreFleur Indonesia merupakan Preserved Flower School berlokasi di Pondok Pinang Center dan Prefleur Indonesia Gallery yang berlokasi di Pondok Indah Mall. PreFleur Indonesia juga merupakan distributor resmi Florever Japan. “Saya mengajarkan murid cara merangkai dan mengawetkan bunga. Namun karena jadwal yang sangat padat kelas yang kami buka sangat terbatas,” terang Direktur PT. Piranti Flora Indonesia dan PT Piranti Pirsa Pradipta ini. 

           Milana memiliki cita-cita yang masih ingin diwujudkannya. “Mungkin bukan di tahun ini. Tapi saya ingin memproduksi bahan pengawet untuk home industry dan menulis buku seluk beluk preserved flower,” harap ibu dari Tiara Lorraine Kurniadi dan Ryan Laurens Kurniadi.

Melalui kedua perusahaannya tersebut, Milana berhasil mendapatkan beberapa anugerah atau penghargaan, yaitu 1st Winner Award Preserved Flower Florever Japan Contest 2017; EPFD Japan certified instuctor 2011; dan USA certified advanced instructor 2017

Integritas & Memotivasi

         Milana terus mencari dan menemukan berbagai inovasi baru dalam preserved flower. “Tujuan utama saya adalah kebahagian keluarga, bagi saya mengatur waktu antara karir dan keluarga itu juga perlu. Jadi harus ada keseimbangan,” tegas isteri dari Stephanus Laurens Kurniadi. 

          Milana mengakui bahwa belum banyak yang ahli dalam bidang ditekuninya. “Jadi, saya  harus ekstra waktu dan tenaga dalam mendidik murid-murid saya untuk menguasai materi yang saya ajarkan,” imbuh wanita cantik yang memiliki hobi musik dan membaca buku ini.

          Sebagai pengajar, Milana terinspirasi dari sosok sang Ibu. Bagi Milana, didikan sang Ibu menjadikan dirinya sebagai wanita yang tangguh dan mandiri. “Ibu saya termasuk seorang wanita sukses yang mandiri, tegas, tegar, disiplin, tidak mau merugikan orang lain, dan penuh perhatian. Kebetulan saya adalah anak kesayangannya, karena saya anak tunggal,” jelas Milana sambil tertawa. 

Pun dalam mengajar, baik kepada anak dan murid, Milana menerapkan semboyan yang diperkenalkan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu Tut wuri handayani artinya dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan. Ing ngarsa sung tulada yang artinya di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik. Sedangkan Ing madya mangun karsa artinya di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide. “Saya ingin menjadi sosok guru yang memberi ide, semangat, dan dorongan. Sebagai seorang guru, saya belajar dari sejarah Ki Hajar Dewantara. Misalnya kadang saya hanya mengajarkan dasarnya lalu saya memotivasi mereka untuk berkreasi sehingga hasilnya murid saya bisa membuat hasil yang lebih dari yang saya pikirkan,” ujar wanita yang sangat mengagumi Kebaya Anne Avantie yang menurutnya sangat modern namun tetap memiliki nilai tradisional kebaya.

Meraih Penghargaan Preserved Flower Jepang 2017

         Saat memulai usahanya, Milana mengatakan sangat sulit untuk mengenalkan dan menjelaskan apa itu Preserved Flower. Karena pada saat itu Milana merupakan sosok yang pertama kali membawa dan mengenalkan Preserved Flower ke Indonesia. Tapi kini usahanya sudah berbuah manis, PreFleur  berkembang dengan pesat. Ditambah Milana juga membuka kelas untuk belajar Teknik Mengawetkan bunga.

        Bukan hanya sukses di tanah air, Milana juga sukses di luar negeri. Terbukti tahun 2017 Milana berhasil memenangkan kompetisi preserved flower yang paling bergengsi di Jepang. Milana satu-satunya florist asal Indonesia yang mengikuti ajang bergengsi ini bersaing dengan ribuan florist dari seluruh dunia. Dalam kompetisi tersebut, Milana masuk dalam 30 besar pemenang yang berhak mengikuti Preserved Flower Arrangement Exhibition di Tokyo tahun 2017. Dan setelah melewati penilaian yang ketat, Milana terpilih sebagai juara pertama dalam kompetisi bergengsi tersebut. Kita patut bangga dengan anak bangsa yang berhasil membawa harum nama bangsa Indonesia di ajang internasional.

PreFleur Indonesia

Pondok Indah Mall 1 – UI 11 Jakarta Utara. 

Ph. 021-759 09942.

Preserved Flower School 

Pondok Pinang Centre C-2, Jakarta Selatan. 

Ph. 021-276 51550

Whatsapp : 081808287800 

IG. prefleurindonesia. 

FB. Prefleur Indonesia. 

Twitter : @prefleur. 

Website : www.prefleurindonesia.com

Kebaya by Anne Avantie

You might like

About the Author: Beinspiration