Inna Rossaria Auwines

(Direktur Sari Ratu)

Jangan Pernah Berkecil Hati

           Wanita merupakan makhluk Tuhan yang istimewa. Wanita sering kali dikagumi karena kepribadian dan intelektualitasnya. Sayangnya, masih banyak wanita yang merasa dirinya kurang cantik, kulit kurang putih, hidung kurang mancung, dan sebagainya. Padahal bentuk fisik merupakan hal yang sulit diubah, karena menjadi anugerah dari Tuhan sejak terlahir. Bagi Inna Rossaria Auwines, daripada mengfokuskan diri kepada kekurangan fisik, lebih baik mulai belajar untuk mencintai diri sendiri.

          “Perempuan itu harus mandiri dan percaya diri sehingga keluar aura cantiknya. Kalau kita merasa cantik, kita akan merasa bangga, kuat dan juga bahagia. Ingat, untuk bisa cantik tidak harus mahal. Hal paling sederhana yang bias kita lakukan adalah cukup menebar senyum kepada orang di sekeliling kita sehingga membawa aura positif,” jelasnya.

            Tidak hanya itu, wanita kelahiran 24 Desember ini juga mengingatkan akan pentingnya menyerahkan segala sesuatu kepada Allah SWT, Sang Maha Pengatur atas segalanya. Bagi Inna, setelah berusaha, bekerja keras, dan berdoa, yang harus dilakukan selanjutnya adalah memasrahkan hasilnya kepada-Nya. “Saya belajar ilmu pasrah, yaitu pasrah sama Tuhan untuk diberi yang terbaik. Saya kehilangan suami ketika saya berusia 34 tahun dan meninggalkan 3 orang putra yang masih SD. Saat di mana saya sempat sangat terpuruk. Tapi demi kelangsungan pendidikan dan anak-anak saya bangkit kembali,” ingat ibu dari Mikael Saleh Ali, Gabilly Saleh Ali, dan Gaza Saleh Ali.

            Sejak kematian sang suami, Inna terus berusaha bangkit. “Saya membesarkan ketiga anak laki-laki saya. Mikael berusia 19 tahun, Gabilly 17 tahun, dan Gaza 15 tahun. Mereka Semua anak-anak yang mandiri. Mereka sepertinya mencontoh saya dan almarhum suami. Mika yang kini kuliah dan kerja paruh waktu di Jepang. Billy sejak SMP sudah punya usaha online menjual barang-barang StreatWear dan kini mengeluti usaha bisnis jual beli mobil, seperti usaha ayahnya dulu. Dan anak saya yang terakhir, meski masih belia, sudah bisa menjadi chef dan masuk ke dalam salah satu youtube channel terkemuka. Ia juga saat libur sekolah membantu kerja paruh di restoran untuk mengisi waktu luangnya. Semua itu mereka lakukan tanpa paksaan ataupun permintaan dari saya dan keluarga. Darah bisnis mengalir di tubuh mereka,” imbuh Direktur PT. Inti Nusa Abadi ini bangga.

Konsep Baru & Berinovasi

         Berawal dari latar belakang sang ayah yang memiliki restoran Minang, Inna mengembangkan bidang usaha tersebut dan terus berinovasi. “Restoran Minang sudah dirintis sejak lama oleh ayah saya, H. Auwines, selama  lebih  dari 35 tahun. Konsep Restoran Sari Ratu selama ini saya kembangkan menjadi tempat hang out anak-anak muda yang menyediakan   makanan kecil khas Indonesia dan kopi padang yang dinamakan Sari Ratu Kitchen. Seiring Dengan perkembangan jaman dan cepatnya teknologi berubah, akan sangat disayangkan jika tidak dijadikan sesuatu untuk berkarya. Bagi saya, berkarya dan berinovasi itu menyenagkan,” imbuhnya.

            Saat ditanyakan mengenai kunci suksesnya, Inna menggarisbawahi pentingnya komunikasi. “Kunci kesuksesan saya adalah tetap menjaga  dan menjalin hubungan baik dengan Allah SWT, dan orang-orang yang berada di sekitar kehidupan saya, yaitu keluarga dan para sahabat yang selalu mendukung semua usaha saya,” terangnya.

            Tidak hanya itu, Inna juga menekankan akan pentingnya kerja keras. “Semua hal dan di setiap pekerjaan, saya selalu lakukan dengan kerja keras dan penuh komitmen. Latih diri untuk tetap displin, fokus, dan kasih sayang kepada sesama. Karena prinsip saya usaha tidak akan membohongi hasil dan saya percaya itu. Jatuh bangkit lagi itu biasa dalam kehidupan. Jangan pernah berkecil hati,” pesannya.

          Kepedulian terhadap sesama dibuktikan Inna dengan membuka lapangan pekerjaan, teruama bagi para wanita. “Saya memberikan lapangan pekerjaan untuk semua wanita yang berstastus orang tua tunggal, baik memiliki latar belakang pendidikan maupun tidak. Tujuannya agar mereka bisa memiliki pendapatan untuk pendidikan yang tinggi dan kehidupan yang layak untuk anak-anak dan keluarga mereka. Saat ini saya sedang fokus membangun konsep food court dan mengajak para ibu yang berstatus orang tua tunggal untuk bisa maju bersama merasakan manis dan pahitnya berbisnis kuliner,” tuturnya.

            Inna pun memiliki pesan bagi para wanita Indonesia untuk terus maju dan tidak pernah menyerah. “Semua wanita Indonesia memiliki potensi untuk berkarir dan mandiri. Hal ini tidak hanya berlaku bagi mereka yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi. Sukses tergantung visi dalam menjalankan karir dan pekerjaan, prioritas atau tidaknya hal tersebut. Menurut saya, ibu rumah tangga jaman sekarang memiliki potensi berkarir atau memiliki bidang usaha tanpa mengganggu rutinitas mereka dalam rumah tangga, contohnya bisnis online di sosial media dan lainnya,” ujarnya.

           Sebagai tokoh panutan dalam hidup, Inna terinspirasi dari kedua orang tua. “Inspirasi saya adalah Papa dan Mama, karena mereka adalah pasangan luar biasa yang bisa membuat kami kakak-beradik menjadi seperti sekarang ini. Terutama almarhumah Mama sebagai wanita luar biasa yang begitu besar pengabdiannya untuk suami, anak dan perusahaan,” tutup Inna yang pernah meraih penghargaan Platinum Awards from SME International, Wonderful Indonesia Partner, dan The Best Six Restoran from Liputan 6.

You might like

About the Author: Beinspiration